* Disusun oleh Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM-ITB)
Latar Belakang
Kota yang baik merupakan kota yang dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakatnya dari berbagai sisi baik jasmani maupun rohani. Pembangunan merupakan hal yang tidak dapat dihindari dari perkembangan sebuah kota. Perkembangan sebuah kota jelas terlihat dari pembangunan fisiknya. Selain pemenuhan kebutuhan yang bersifat fisik dan hiburan, kebutuhan untuk hidup nyaman dan tenang mutlak diperlukan.
Ruang terbuka publik dan Ruang terbuka hijau merupakan syarat yang harus dipenuhi bagi kriteria sebuah kota yang baik. Pemerintah harus dapat mengatur peruntukan lahan sesuai dengan potensi dan kegunaan lahannya Sehingga kota dapat berkembang dan tetap memenuhi semua kebutuhan masyarakatnya tanpa terjadi diskriminasi. Dan masyarakat harus dapat menjaga lingkungan dan ekologinya agar kota dapat ‘sustain‘. Pemerintah dan masyarakat harus dapat bekerja sama dalam memaksimalkan potensi kotanya.
Bandung merupakan kota yang kurang dapat memfasilitasi kebutuhan itu. Ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan untuk proses bersosialisasi maupun ruang terbuka hijau yang dapat menyeimbangkan Ekologi, tidak memenuhi aturan–aturan yang ada. Babakan Siliwangi merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang terdapat di dago utara. Fungsi lahan tersebut sebagai hutan kota dan selama ini dimanfaatkan oleh para seniman untuk kegiatan berbudaya dan berkesenian. Perkembangan kota membawa dampak tersendiri bagi kawasan ini. Nilai lahan yang semakin tinggi dan kebutuhan investasi mendorong berbagai pihak untuk dapat lebih memanfaatkan kawasan ini.
Permasalahan Kota Bandung
Pada tahun 1960-an bila hujan 40% air melimpas dan 60% meresap ke dalam tanah sedangkan Pada tahun 2008, dengan semakin banyaknya bangunan, bila hujan 95% air melimpas (menjadi banjir), 5% meresap ke dalam tanah. Selama kurun waktu 1994-2001 terjadi perubahan besar-besaran terhadap Kawasan Bandung Utara (KBU). Hutan sekunder yang semula luasnya 39.349,3 hektar menjadi tinggal 5.541,9 hektar pada tahun 2001.
Menurut BPLH Kota Bandung (2006), setiap tahunnya permukaan air tanah mengalami penurunan 0,42 meter. Sumber data lain dari Badan Pengendali Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung Tahun 1999 menunjukan daerah Cibeunying (baksil), muka air tanah berada pada kedudukan 14,35 meter dari 22,99 meter. UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, sebuah kota harus memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 30% dari total luas kota. Luas Kota Bandung 16.700 ha berarti luas RTH = 5.000 ha.
Pada tahun 2002 luas ruang terbuka hijau yang dalam pengelolaan Dinas Pertamanan dan pemakaman (berupa taman, pemakaman dan kebun pembibitan) adalah lk. 243,79 Ha atau sekitar 1,45 % dari total luas wilayah. Dengan kondisi kekurangan tersebut, keberadaan RTH ini pun masih diganggu dengan adanya konflik-konflik kepentingan dalam pemanfaatan yang kurang menjamin terjaga fungsinya.
Aturan tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dalam Perda Nomor 14 Tahun 2008 tentang Bangunan di Wilayah Kota Bandung hanya memuat prosedur administratif permohonan izin bangunan dan biaya retribusi. Tetapi, tidak dicantumkan secara jelas wilayah yang disetujui dan tidak disetujui untuk dibangun sehingga masyarakat pun tidak tahu lokasi mana yang boleh dan tidak boleh dibangun. IMB di kota Bandung jika sudah keluar dan ada perubahan dalam pembangunan maka tidak perlu untuk mengadakan IMB baru (misal kasus Dago Butik).
Tujuan RTH yang semestinya diatur pemerintah dengan ideal 30% dari total luas suatu kota dan sekarang baru 8 % dan akan diberikan kepada pihak swasta. Apa kabarnya kota Bandung?? Apakah kota ini bisa sustain?? Ataukah memang cafe dan bioskop di Bandung dirasa masih kurang sehingga harus mengorbankan kawasan lindung untuk mendukung itu?
Lahan Pemda apalagi yang termasuk kawasan lindung secara lingkungan harusnya merepresentasikan kepentingan publik tanpa diskriminasi. Bukan hanya pemilik modal atau orang-orang menengah keatas saja. Babakan Siliwangi yang merupakan halaman rumah kita sendiri semoga bisa menjadi best practice dalam menuntut hak dasar kita sebagai bagian dari masyarakat untuk mempertanyakan akan dibawa kemana arah pembangunan kota Bandung.
Penyikapan Mahasiswa Bersama Masyarakat Kota Bandung:
- Menolak perubahan fungsi Babakan Siliwangi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ruang publik menjadi fungsi privat (tidak dapat diakses terbuka untuk semua kalangan).
- Menuntut adanya transparansi rencana pembangunan Kota Bandung, termasuk rencana pengembangan RTH Kota Bandung.
- Menuntut adanya peran serta masyarakat secara optimal dalam proses perencanaan tata ruang dan pembangunan Kota Bandung.

Tante sudah sepuh dan tinggal di jakarta sekarang ini…. peninggalan impiannya bung karno salah satunya adalah babakan siliwangi ini..banyak kenangan pribadi terhadap tempat yang asri ini.
namun adik-adik yang baik…..tante hanya melihat dari blog ini suatu keprihatinan yang mendalam namun kurang dikomunikasikan dengan baik…maaf tante malah tidak nggeh tentang keberadaan dan posisi babakan siliwangi sekarang ini….yang tante baca adalah ada sesuatu rencana dari pemda yang akan merubah peruntukan dan nasib babakan siliwangi. hanya itu.
Tidak jelas musuhnya apa? siapa yang dilawan?apa yang diperjuangkannya pun menjadi samar karena ketidak jelasan bentuk “monster”nya…mohon di terangkan terutama bagi yang sekarang tidak tinggal di Bandung Apa sih yang terjadi?
Tante sangat simpatik dengan perjuangan ini, mohon diteruskan ….tapi dengan baik dan komunikasikan dengan jelas…..keep fighting spirit ya…
ad baikny jika baksil tidak hanya diselamatkan saja tp juga dikembangkan seperti layaknya taman2 kota seperti di eropa atau amerika yang bukan hanya sebagai daerah hijau tapi juga sebagai tempat penyaluran kegiatan2 maupun hobi sehingga menjadi lebih hidup..
buktikan bahwa org indonesia bukan hny tukang kritik atw tukang demo yg kerjaany tolak ini itu tp juga mmberi solusi
Sulit juga kalau yang tidak setuju Babakan Siliwangi hanya minoritas sedangkan mayoritas setuju-setuju saja, ya akan berubah tuh . . . .
..saya link ya wpnya…
BLOGER SELAMATKAN BAKSIL!
dari dunia BLOGER buat selamatkan BANDUNG
http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/15/bloger-jangan-kalah-dua-kali/
saya setuju jika mahasiswa digerakkan untuk mau peduli dengan lingkungan sekitarnya (jgan cm anak TL aj bu presiden)
trus kalo babakan siliwangi diubah fungsi, maka bukan hanya air saja yang keganggu
setidaknya ada 3 hal buruk yang akan muncul
1. Siliwangi akan makin macet
2. jika dibangun mall (katanya) maka mahasiswa akan keluyuran nongkrong disitu, gak belajar
3. kosan gw makin mahal (jangan2, jika nilai strategis lahan dinaikkan scr generale), hehe
selamatkan baksil..
ikut..
Untuk para mahasiswa (ITB tentunya) yang katanya care terhadap Baksil. Numpang tanya…nh Baksil itu wilayahnya meliputi mana saja. Kalau bangunan-bangunan seperti Sabuga, Lapangan Olah Raga, Kolam renang, dan Air ganesa itu termasuk wilayah Baksil yang RTH itu apa tidak. Kalau mau konsisten harusnya bangunan ini juga harus digusur, kembalikan Baksil yang Asri dulu dengan sawahnya. Menurut info bangunan-banguna ini satusnya sewa lahan dari pemkot lah…..gimana nih…konsistensi ITB.
Salam yah dari saya yang bodoh dan perlu penjelasan ini
beberapa tahun yang lalu juga pernah ribut2 mengenai babakan siliwangi. kalo ga salah, dulu ada rencana untuk membangun kondominium di atas lahan ini. tentu saja, rencana tersebut mendapat banyak penolakan dari berbagai kalangan masyarakat bandung – persis seperti saat ini. tapi kemudian isu itu menghilang begitu saja. usut punya usut, dari beberapa teman bilang bahwa ternyata isu rencana pembangunan kondo di babakan siliwangi waktu itu cuma menjadi ‘pengalih perhatian’ dari pembangunan kawasan perumahan di daerah punclut. kita kebablasan (lagi)…
apakah rencana pembangunan pusat perbelanjaan di babakan siliwangi kali ini merupakan ‘transformasi’ dari rencana yang dulu..? atau merupakan suatu bentuk ‘pengalih perhatian’ lagi?
Saya udah bosen sama ritual-ritual standard euy.. hajar ajalah, samperin pejabatnya. Kita diskusi, masukin tv. Mau ngomong apa dia? paling dia minta ga diliput. Udah bosen euy sama pernyataan sikap dan lain-lain, action aja. Mereka mana mau nganggap yang beginian? mulut pejabat yang berwenangnya udah disumpel duit semua.. gimana nih gubernur & wakil yang baru? sama aja? jangan heroik di sinetron aja ya kang dede..
sbg mahasiswa ITB,saya jg baru tau ternyata kawasan sabuga dullunya jg merupakan baksil..untuk konsistensinya sampai sabuga dihancurkan lg sprtinya sgt sulit.lebih baik concern dgn baksil yg tersisa..yg pasti kita sbg mahasiswa dan elemen2 masyarakat lainnya hrus berhati2 dan waspada jgn sampai msk jebakan pemkot dan para pengusaha2 jahat
Saya bingung!
Lihat dari foto udara aja…..bukannya hampir 80% area BABAKAN SILIWANGI itu dipake SABUGA dan KOLAM RENANG yang kita pake pake juga?
Sekarang kita ini ribut ribut ada yang mau bangun rumah makan yang dulu sudah ada dan terbakar………diributkan tapi kita tidak pernah melihat rencanana, maunya jadi apa…..semua ribut hanya karena gosip dan beberapa pimpinan kampus kita tidak setuju….
Ah sama aja, dosen kita juga nyedot Air di Sana bikin perusahaan nggak mau ngaku lagi….
Btw…kapan buat aksi bersama di sana? Kita undang yang suka ngadu domba, undang anak-anak untuk bikin lukisan (fasilitatornya bisa dari SOS dan Sanggar Mitra atau sapapun yang concern lah), dan bikin yang lainnya supaya baksil dijagain. Oh ya jangan lupa bikin syukuran buat Dada-Ayi dan mereka disuruh hirup udara segar di sana. Siapa tahu mereka akan mendapatkan energi baru dan membuat mereka ketakutan kehilangan udara segar karena hutan kota yang makin hari makin hilang.
Beberapa minggu ini emosi saya selalu terganggu kalau membaca pemberitaan soal rencana pembangunan Babakan Siliwangi. Adakah diantara teman-teman yang tahu Babakan Siliwangi Apa?
Hmmm, penjelasan gampangnya adalah Babakan Siliwangi adalah sebuah hutan kota yang letaknya di pinggir SORGA (Sarana Olah Raga Ganesha), tempat jogging, futsal, renang, main bola, tenis, basket dan tempat ngeceng hehehe. Babakan Siliwangi juga menjadi tetangga SABUGA (Sasana Budaya Ganesha), sebuah big hall untuk acara-acara besar seperti Pentahbisan Uskup Bandung, pada bulan Agustus 2008 lalu.
Sudah bisa terbayangkah tempatnya? Kalau sudah, dua jempol untuk Anda.
Dulunya sebagian kawasan Babakan Siliwangi sempat menjadi kompleks rumah makan dan kalau tidak salah ingat papan nama rumah makan tersebut masih ada. Sekarang yang tersisa tinggal puing-puingnya yang sempat terbakar (atau sengaja dibakar???) pada tahun 2000-an (Maaf saya sedang hilang ingatan karena emosi saya sedang meluap). Di sini juga masih ada dua sanggar seni yang masih setia mengeluarkan karya-karya lukisannya. Di kawasan hutan kota yang dibangun Soekarno ini telah muncul seniman yang masih cukup disegani sampai saat ini. Contoh (kalau tidak salah ingat dan tidak salah baca): Jim Supangat, seniman dan kurator.
Di tempat ini pula, pada tahun 2003 para jurnalis muda idelis dan berbakat sering mengadakan rapat-rapat yang akhirnya membidani berdirinya Aliansi Jurnalis Independen Bandung (oohhhh what a lovely old days guys). Tapi bersamaan dengan itu teror-teror sering dialami oleh teman-teman seniman di sana. Saya masih ingat Mas Aji dan Mbak Novi yang giat mendampingi serta memberi semangat pada mereka. Tak lupa, Kang Deden Sambas , seorang pelukis asal Sadang Serang Bandung sering berkeluh kesah karena suasana batinnya terusik karena para pemodal besar dan dekat dengan kekuasaan yang isunya akan mengubah kawasan hutan kota tersebut menjadi kompleks kondominium.
Tak perlu disebutlah grup pengembang mana itu karena anda tinggal menghitung karya mereka berupa mal dan pusat perdagangan (yang katanya) modern yang memutus hidup banyak para pedagang kecil di pasar tradisional di kota Bandung. Hitung dan cari tahu bagian dari kelompok perusahaan apa mereka?
Tahun 2003 selama tiga bulan saya mencari banyak data dan menyusup kesana kemari untuk mencari tahu blue print perencanaan kota Bandung. Saya ingin menguji kelayakan kondominium berdasarkan data-data yang saya dapatkan. Saya mencari tahu, bertanya pada orang-orang yang mengerti. Di satu sisi ada yang bilang tak masalah mau dibangun apa saja di Babakan Siliwangi karena tinggal direkayasa. Sebagian lagi menentang karena rekayasa pun tetap akan menghancurkan setting alam yang ada. Menurut mereka rekayasa apapun tidak mungkin menggantikan pohon-pohon yang ditebang. Sumber air Kota Bandung pun akan hilang. Perlu diketahui di Baksil terdapat tiga sumber mata air yang begitu jernih dan menyegarkan. Salah satunya ada di belakang Sanggar Olah Seni. Kalau nggak percaya datang aja deh ke sana sekalian lihat-lihat lukisan atau mau belajar melukis.
Apakah Baksil akan menjadi kenangan pahit saja bagi mereka yang mencintai kehidupan? Apakah Baksil akan dikorbankan demi UANG diraup oleh segelintir orang yang tak lagi punya hati nurani? Apakah Baksil akan dibiarkan agar diambil oleh penguasa-penguasa kejam yang murah senyum? Ahhh sudahlah, mari kita selamatkan Baksil sebagai salah satu aset masa depan Bandung, Jawa Barat, Indonesia dan Dunia. Kalau baksil berhasil dibumi hanguskan oleh kepentingan pemodal maka daerah lain akan segera menyusul. AVANTE! BERGERAK!
Salam Hangat,
Salomo Marbun,
Tukang Ngeceng di SORGA
baksil sangat bersejarah
pada jaman pa Ateng Wahyudi, para tamu negara sahabat di jamunya di babakan siliwangi. nuansa keasrian Baksil memang sangat membanggakan.
ada ceritera katanya, karena pa Ateng ingin mengedepankan konsep keaslian Sunda, maka jamuan yang disajikan merupakan model makan yang biasa dilakukan di Sunda.
ketika diberi kobokan (untuk cuci tangan), para kepala negara lain justru tidak digunakan untuk cuci tangan tetapi dipakai untuk minum. karena ketidak tahuannya terhadap tradisi sunda, kobokan dianggap minuman. padahal di restoran seelit apapun, di Sunda kobokan pasti ada.
jadi Baksil memang selain memiliki kelebihan dari sisi keasrian lingkungan, juga telah menyimpan banyak kenangan dan sejarah pada leluhur kita.
yang lebih penting, para pemimpin Jawa Barat dan Kota Bandung dulu begitu menganggap penting lingkungan termasuk Baksil.
nah, kalau pemimpin kita sekarang ingin menggusur Baksil, kira-kira apa gelar buat mereka?
WOI!!! PAK WALIKOTA!!!
PAK BUPATI!!!
DAN BAPAK2 YANG LAIN!!
KALO MASIH INGIN MELIHAT ANAK CUCU KITA SEHAT!!!
JGN JADIKAN TAMAN KOTA SEBAGAI OBYEK LAHAN UANG KALIAN!!! KALIAN TERLALU SERAKAH!!!
Saya tidak dari bandung,hanya saja babakan siliwangi pernah menjadi jalur lintasan perjalanan akhir panggilan saya dari FF UNPAR di nias sampai ledeng th 2003.Baksil gambaran kesejukan,ketenangan dan penuh dengan nuansa eksotik ditambah gambar-gambar mural diwilayah jalur siliwangi.
Bagi mereka yang tidak pernah peka pada udara kota dan terbiasa dengan kesejukan AC yang konon freon-nya selalu mengikis sedikit demi sedikit lapisan Ozon tdak bermasalah.tapi,bagi masyarakat bandung yang masih membutuhkan sumber udara bersih BAKSIL jadi salah satubagian terpenting dalam kelangsungan hidup……..!!!
JANGAN GILA DONG !!!!!
fasilitas kampus aja byk yg ga terawat…
mw ngomongin baksil pulak lagi
cape deh