
Warga melintas di gang dalam hutan kota Babakan Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/9). Pemerintah Kota Bandung akan membangun rumah makan di Babakan Siliwangi. Sebaliknya, para aktivis lingkungan dan seniman Bandung berupaya menggagalkan demi terjaganya ruang terbuka hijau.
Perjanjian Kerja Sama Sudah Ditandatangani dan Harus Dijalankan
Kamis, 18 September 2008 | 11:39 WIB
Bandung, Kompas – Para aktivis lingkungan hidup dan seniman Kota Bandung meminta agar rencana pembangunan rumah makan di Babakan Siliwangi dihentikan. Sebab, pembangunan rumah makan tersebut hanya akan merusak Babakan Siliwangi yang selama ini berfungsi sebagai hutan kota.
Seniman Tisna Sanjaya mengatakan, meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berjanji hanya menggunakan sebagian kecil lahan Babakan Siliwangi untuk rumah makan, janji itu tidak akan dipenuhi. “Lihat saja Punclut. Katanya hanya 20 persen untuk bangunan. Sekarang pembangunan di sana tidak terkendali“, kata Tisna, Rabu (17/9) di Bandung.
Menurut Tisna, Pemkot Bandung sangat pandai membuat alasan untuk membangun. Dulu, warga menyetujui pembangunan Tol Purbaleunyi, tetapi hanya sampai pinggir kota. Warga pendatang diminta masuk kota dengan menggunakan angkutan umum, bersepeda, atau jalan kaki. Ternyata Pemkot Bandung malah membangun jalan layang Pasupati di tengah kota dan membuat macet karena pendatang melimpah.
Dia meyakini, kalau rumah makan di Babakan Siliwangi benar-benar dibangun, lama-kelamaan semua lahan di sana seluas 3,8 hektar itu berubah menjadi bangunan komersial. Oleh karena itu, Tisna berharap rencana tersebut dibatalkan.
Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, rencana pembangunan rumah makan di Babakan Siliwangi itu meresahkan seniman dan aktivis lingkungan. Untuk itu harus dihentikan.
Hal ini dibenarkan Syarief Hidayat, Ketua Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi. Dia tidak tahu harus bernaung di mana untuk berkesenian jika Babakan Siliwangi diubah menjadi bangunan komersial. Dia lebih sepakat kalau Babakan Siliwangi tetap menjadi hutan kota atau ruang terbuka hijau (RTH).
“Seluruh masyarakat di Indonesia yang peduli dengan lingkungan hijau, dukung kami untuk mempertahankan kawasan Babakan Siliwangi tetap menjadi RTH“, kata Syarief.
Harus Dijalankan
Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung Tjetje Soebrata mengatakan, peruntukan kawasan Babakan Siliwangi memang untuk RTH. Akan tetapi, di sana dulu terdapat rumah makan milik Pemkot Bandung yang kemudian terbakar dan sekarang porak poranda.
Oleh karena itu, lanjutnya, tidak salah kalau Pemkot Bandung membangun kembali rumah makan tersebut. Apalagi, saat ini sudah ada perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Esa Gemilang Indah. “Prinsipnya, RTH jangan sampai terganggu dengan rumah makan itu“, kata Tjetje.
Dia menambahkan, PKS yang sudah ditandatangani pada tahun 2003 itu harus dijalankan. Jika tidak, Pemkot Bandung dapat digugat pengembang.
Secara terpisah, Wali Kota Bandung Dada Rosada mengatakan, pembangunan rumah makan itu tidak akan menggunakan lebih dari 20 persen lahan yang ada. Ini sesuai dengan tujuh program prioritas, yang salah satunya adalah menjaga kelestarian lingkungan hidup. “Saya tidak mungkin merusak tanaman di kota Bandung“, kata Dada. (MHF)
Sumber: Kompas Cetak
Related Articles:
Babakan Siliwangi: Seniman dan Aktivis Lingkungan Galang Dukungan
Pemkot Diminta Tetap Lestarikan “Baksil”
Leuweung Lebak Siliwangi Digusur, Seniman Bandung Berontak
Babakan Siliwangi Harus Tetap Hutan, Pembangunan Rumah Makan Akan Rusak Lingkungan
Pembangunan Babakan Siliwangi Cuma Hidupkan Restoran
Babakan Siliwangi, Hutan Kota yang Terancam Hilang

http://nantamaulana.multiply.com/journal/item/7/baksil_pemkot_developer…._BAJINGAN
ini dapet info dikit. lumayan…
Apakah mungkin…
Kalau tempat itu jadi restoran…
atau tempat komersil,
di boykot saja?
jadi tidak ada yang mau buka usaha di sana?
apakah mungkin?
salam SAVE Babakan Siliwangi
bingung..
bukannya dari awal juga udah tau ya apa yg mau dilakuin dada rosada..
kalo ternyata dia yg kepilih, berarti emang orang bandung maunya begini kan?
untung aing not orang bandung..
btw, dukung save babakan siliwangi!!
Buat Oom Bingung,
Terimakasih dukungannya. Sebetulnya kurang tepat kalau disimpulkan bahwa masyarakat di kota Bandung sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh Pak Dada Rosada sebagai walikota kota Bandung terpilih. Selama ini sebagian besar masyarakat di Indonesia biasa memilih kucing dalam karung karena berbagai kebijakan yang dimiliki dan dikembangkan oleh pemimpin kita tidak pernah transparan. Ini tentunya pelajaran bagi semua. Ke depan kita sudah tidak bisa lagi main kucing-kucingan.
Eleh2..jiga ngges tek aya wae .
Tempat nu bisa dijadiken restoran wae..Kang Dada….
Eta kembangken atuh Bandung timur…Gede Bage.
Ngara tek macet Bandung Utara…teh.
Jeng aya pemerataan …gitu.
Salam Maung Bandung