Sampurasun,
Teman-teman yang baik, pada hari Senin 22 September 2008 pukul 22:55, petisi online Save Babakan Siliwangi (http://www.petitiononline.com/baksil) telah mencapai 4000 pengisi, suatu hal yang luar biasa, mengingat petisi ini baru dibuat 12 hari sebelumya (pada hari Rabu 10 September 2008 pukul 23:12).
4000 pengisi dalam 12 hari saja bisa dibilang sebagai sebuah pencapaian yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya, bahkan dalam lingkup pengguna internet dari Indonesia.
Petisi ini akan terus dibuka sampai pada saatnya sudah dirasa cukup. Sementara, 4000 isian yang telah ada ini akan segera di print (tanpa menyertakan alamat email pengisi karena menyangkut privasi) dan di lampirkan pada dokumen-dokumen yang akan dimanfaatkan oleh teman-teman dari Masyarakat Peduli Babakan Siliwangi serta komunitas dan rekan-rekan aktivis terkait untuk membantu dalam perjuangan mempertahankan kondisi Babakan Siliwangi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik yang bisa diakses oleh masyarakat secara terbuka.
Mungkin banyak yang mempertanyakan, validitas dan pengaruh nyata petisi ini di mata pihak-pihak tertentu. Perlu ditekankan bahwa aktivitas pencatatan dilakukan secara independen melalui situs http://www.petitiononline.com, dan sedikit banyak petisi ini telah menampung aspirasi publik dari berbagai kalangan. Selain itu, dampak nyata yang telah terlihat adalah penyebaran “awareness” atau penyadaran publik lintas lokasi, komunitas, profesi, kota, regional, nasional dan internasional melalui media internet.
Harapannya adalah, petisi ini kemudian bisa membuka perhatian dari berbagai pihak yang selama ini memandang sebelah mata, selain juga mendorong lahirnya kesadaran dan simpati publik terhadap hidup mati Babakan Siliwangi, serta ruang terbuka hijau lainnya di kota Bandung.
Demikian tulisan ini saya sampaikan, hatur nuhun bagi teman-teman yang telah bersedia untuk mengisi petisi ini.
Ryan Koesuma (Forum Masyarakat Perduli Babakan Siliwangi)
ryan@deathrockstar.info
PS: Besok Selasa 23 September 2008 jam 9 pagi seluruh komunitas akan berkumpul di Babakan Siliwangi untuk bersama-sama menanam pohon, dimohon kesediaan teman-teman untuk ikut hadir.

*Illustrasi oleh Tita Larasati

woiiii…kamarana atuh yeuh, pohon udah banyak yang ditebang baru bersuara, asa rariweuh…
ah…organisasi yang berbau hijau di bandung mah…eweuh nu konsisten jeung berguna bagi kota….
programna ngawang kabeh….
bikin media, bikin pelestarian burung, bikin kampanye, minta-minta di mall…
ari pohon banyak yang ditebang untuk dibangun papan reklame pada diem….
ah….wae….
????????????
KITA INI KRITIS DAN IDEALIS ATAU KITA SALAH KAPRAH???
???????
KETIKA SEBAGIAN BESAR BAGIAN BABAKAN SILIWANGI DIAMBIL OLEH SABUGA……..
( LIHAT DI GOOGLE EARTH, HAMPIR 80% BAGIAN BABAKAN SILIWANGI DIPERGUNAKAN JADI BUKAN SERAPAN AIR )
SABUGA = USAHA = BUSINESS = GOBEL = ITB = INDIVIDU ITB
TIDAK ADA SATUPUN YANG BERSUARA DAN SEMUA YANG TERLIBAT MERASA BENAR, SAH DAN BOLEH BOLEH SAJA.
?????
KETIKA JALAN LAYANG PASO PATI DI RUBAH MASTER PLAN NYA SEHINGGA TIDAK MENGENAI GEDUNG ITB, SEMUA JUGA SAH, RESMI DAN DIANGGAP BOLEH…….
( COBA LIHAT DALAM PERJALANAN DIATAS PASOPATI, JALANAN DI BELOKAN DEMI TIDAK MELANGGAR GEDUNG ITB DAN LIHAT RENCANA ASLI JALAN TERSEBUT )
SEMUA DIAM DAN TIDAK PROTES, MALAH CENDERUNG MEMBUAT PLANNING YANG PALING BENAR ADALAH ITB
??????
KETIKA AIR TANAH BABAKAN SILIWANGI DI SEDOT OLEH MESIN PENYEDOT AIR TANAH BERKAPASITAS BESAR, TANPA MEMILIKI IJIN DAN KEPERDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN, DILAKUKAN OLEH TIM DOSEN / PEGAWAI ITB,
SEMUA DIAM??????
??????
KOK SEKARANG SEPERTI SEMUA SEWOT, DAN SAYA BACA TIDAK ADA YANG JELAS………
SAYA BACA ATURAN RTH ADALAH MEMBANGUN DALAM LINGKUP 20% WILAYAH, BERARTI ADA ATURANNYA, SEKARANG KITA INI RIBUT , DAN CENDERUNG MERASA PALING BENAR SEMUA…….
KENAPA???????????
LEBIH BAIK KITA BERESIN UJIAN, CEPET LULUS, DAN BERBAKTI BUAT KELUARGA, NEGARA , DARIPADA NGURUSIN YANG NGGAK JELAS DAN CENDERUNG BANYAK KEMUNAFIKAN DIDALAMNYA.
OY…LIAT KAMPUS KITA, BUANG SAMPAH AJA SUSAH DIATUR,
PARKIR AJA KAGAK PUNYA DAN BERES YANG BENER,
NGGAK USAH PIKIRIN DAN SOK PINTER AMA URUSAN TETANGGA…
HEE HE HE
SORRY BUKAN MAU KASAR, TAPI KESEEEESSSLLLLLLLLL ABISNYA
Hallo Mbak Nunung,
Menurut saya justru point utamanya memang seperti yang ditulis sama Mbak Nunung. Mbak bilang sebaiknya “LEBIH BAIK KITA BERESIN UJIAN, CEPET LULUS, DAN BERBAKTI BUAT KELUARGA, NEGARA” (“kita” maksudnya mahasiswa ya?). Menurut saya temen-temen mahasiswa punya hak untuk mengutarakan aspirasi mereka. Untuk saya pribadi, ini merupakan cerminan kecintaan mereka terhadap negara. Mungkin ini juga cara mereka berbakti buat negara. Rasanya kita harus mau mengapresiasi apa yang teman-teman mahasiswa lakukan.
Terus terang saya juga kesal karena sejak lama saya amati almamater saya sebetulnya ikut menyelewengkan fungsi resapan air dan ruang terbuka hijau di Babakan Siliwangi. Malah seperti yang Mbak Nunung tulis, saudara-saudara kita di ITB malah menyedot air tanpa memperhatikan dampaknya pada lingkungan sekeliling. Hal ini juga terjadi di jembatan Pasupati.
Kalau sekarang mulai banyak anggota masyarakat yang bicara dan memberi komentar, saya rasa hal ini sebaiknya dilihat sebagai tanda yang baik. Masyarakat kita semakin kritis dan banyak pihak harus semakin berhati-hati apabila membangun berbagai fasilitas yang bersentuhan dengan kepentingan publik. Terus terang saya juga kesal dan sangat berharap ada solusi terbaik dari berbagai persoalan lingkungan yang saat ini dihadapi oleh kota Bandung.
Sebagai bagian dari almamater saya merasa ada pihak-pihak tertentu di ITB yang telah melakukan pembangkangan intelektual karena mendahulukan kepentingan sendiri ketimbang kepentingan publik. Akibatnya ITB sebagai institusi yang seharusnya menjadi panutan malah ikut merusak dan menimbulkan masalah di kota Bandung. Mirip seperti yang Mbak tulis. Kegiatan di kampus ITB mulai sering membuat macet karena penataan parkir yang semerawut, pembangunan Sabuga yang memakan 80% rth di Babakan Siliwangi, aktifitas penyedotan air, jembatan Pasupati, dan mungkin masih banyak lagi.
Mungkin ini waktunya untuk berfikir dan melihat kembali apa yang telah kita lakukan agar semua kesalahan yang ada di masa lalu dapat diperbaiki untuk masa depan yang lebih baik. Bukan hanya untuk almamater ITB, tapi juga untuk kota Bandung, dan lebih luas lagi untuk Indonesia. Saya harap Mbak Nunung tidak menjadi kesal berkepanjangan karena saya percaya kita bisa merubah keadaan menjadi lebih baik kalau kita mau.
Buat kang Bandung Tanpa Pohon, saya rasa masalah lingkungan di kota Bandung bukan hanya urusan para aktifis dan organisasi lingkungan hidup saja. Mustinya ini masalah yang juga menjadi tanggung jawab warga. Kayaknya memang nggak usah bikin program yang terlalu mengawang-awang. Tapi intinya semua pihak saat ini memang sudah saatnya memikirkan perbaikan kualitas lingkungan di Bandung karena saya merasa hal ini adalah hak dasar warga yang harus dipenuhi. Ngomong-ngomong salut untuk blog Bandung Tanpa Pohon-nya. Menurut saya blog akang adalah cerminan dari partisipasi warga yang berupaya untuk mendorong terciptanya kualitas lingkungan yang lebih baik. Salut kang!
Salam,
Gustaff (Alumni FSRD ITB’ 93)
Kok blog-nya ngga pernah di-updated ya…
Semangat terus… jangan hangat-hangat tai ayam !
Saya siap membantu…
Hallo Ismail. Kita masih semangat kok. Update blog-nya memang agak tersendat karena saya harus ke luar kota. Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Ismail tertarik jadi kontributor blog Save Babakan Siliwangi? Kalau tertarik nanti saya invite jadi kontributor.
Salam,
- Gustaff
Saat ini
join causes
SAVE Babakan Siliwangi
di Facebook
sudah mencapai 3,231 orang
per hari bertambah sekitar 200 sampai 300 orang
sementara Dada Rosada telah membuat statement
di Harian Pikiran Rakyat pada hari minggu 12 Oktober 2008
menyatakan
“kalau masyarakat tidak setuju, pengusaha tidak bisa memaksakan kehendak untuk membangun”
selain itu
sesuai dengan
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
kota Bandung tahun 2013
Babakan Siliwangi peruntukannya adalah
sebagai Ruang Terbuka Hijau
di dalam
Undang Undang Tata Ruang
nomer 26 tahun 2007
Ruang terbuka hijau kota yang ada saat ini tidak boleh dialih fungsikan
Kalau Fungsinya dialihkan,
maka akan ada sanksi hukum nya
minimal, Kota Bandung harus punya Ruang Terbuka Hijau Publik (RTH Publik)
sebesar 20% dari luas kota Bandung.
Sedangkan saat ini baru ada kurang lebih 7%
Jadi yang ada harus dipertahankan