Feeds:
Posts
Comments

Dalam siaran persnya yang dikutip oleh beberapa media hari ini, juru bicara PT Esa Gemilang Indah (EGI) Dadan Hendaya antara lain mengatakan, “Sebanyak 40-an pepohonan yang ada di lahan seluas sekitar 1.100 m2 yang akan dibangun restoran (dua lantai menjadi 2.197 m2) akan dipindahkan ke kawasan hutan lainnya di Baksil,” papar Dadan seperti dikutip oleh harian Galamedia hari ini.

Sebanyak 40-an pepohonan … akan dipindahkan”. Masya Allah! Katakan saja akan ditebang! Pepohonan tinggi di Babakan Siliwangi toh tidak bisa “dipindahkan” sebagaimana meja atau kursi dipindahkan dari satu ke lain ruangan.

Pernyataan juru bicara PT EGI yang menanggapi demonstrasi berbagai kalangan masyarakat atas ancaman perusakan hutan kota Babakan Siliwangi kemarin itu jelas mewartakan bahwa perusahaan swasta ini bersikeras untuk mengubah hutan kota menjadi restoran.

PT EGI itu sudah kaya. Dia bisa membangun restoran di mana saja, asal jangan di Babakan Siliwangi,” ujar Mira G. Wiranatakusumah dalam orasinya di hadapan ratusan orang yang berkerumun di Babakan Siliwangi kemarin.

Hal senada juga dikatakan oleh seniman Tisna Sanjaya dan tokoh lainnya yang menekankan pentingnya hutan kota Babakan Siliwangi dijaga biar lestari. “Kita harus menjaga kelestarian hutan kota Babakan Siliwangi yang tinggal ‘sacangkewok’ ini! Di kota Bandung ini sudah banyak restoran, sudah banyak mal. Yang kita butuhkan adalah hutan kota untuk kesehatan kita, untuk paru-paru kota,” teriak Tisna dengan pengeras suara dari atap mobil yang mengawali arak-arakan demonstran di halaman Balai Kota Bandung kemarin.

Rencana para aktivis untuk mendirikan tenda darurat di Babakan Siliwangi menjadi kian mendesak. Dengan itu, warga kota bisa terus memantau keadaan di Babakan Siliwangi, terutama pada malam hari. Bukan tidak mungkin kaki tangan PT EGI akan diam-diam menebang pepohonan di Babakan Siliwangi ketika warga kota “bongoh”.

Langkah yang tak kurang pentingnya adalah kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan kesadaran untuk mencintai pepohonan itu sendiri. Pada 25 Mei mendatang, misalnya, ratusan peserta Indonesia Youth Forum dari berbagai wilayah di negeri ini akan mengadakan penanaman pohon di Babakan Siliwangi. Kegiatan tersebut akan terselenggara berkat kerja sama antara penyelenggara forum yang berlangsung di Bandung dari 23 hingga 26 Mei itu dan Walhi Jabar.

Babakan_Siliwangi_07

Sekitar tiga ribu orang mengikuti arak-arakan SILIWANGI NGABABAKAN DEUI di Bandung siang tadi. Unjuk rasa menolak komersialisasi Hutan Kota Babakan Siliwangi ini berlangsung tertib dengan kawalan polisi di depan dan belakang, dimulai dari kawasan Lebak Siliwangi, melewati Jalan Ir. H. Djuanda dan Jalan Merdeka, hingga ke halaman Balai Kota.

Dimulai dengan rangkaian orasi dari penggagas demonstrasi dan sejumlah tokoh masyarakat, kegiatan ini ditandai dengan upacara ruwatan yang dilaksanakan oleh seniman Mas Nanu Mudajat dan kawan-kawan. Massa kemudian bersama-sama membongkar pagar seng milik P.T. EGI, perusahaan swasta yang mendapat izin dari pemerintah Kota Bandung untuk membangun tempat usaha di hutan kota itu, yang selama ini menutupi Babakan Siliwangi. Lempengan seng yang telah dilukisi oleh para seniman itu kemudian diarak ke Balai Kota, termasuk beberapa di antaranya yang diusung dengan jampana oleh sejumlah seniman penggotong sisingaan.

Babakan_Siliwangi_02

Pembongkaran seng dan arak-arakan dimulai dengan lantunan tembang pangrajah dari penembang terkemuka Neneng Dinar dari atas atap mobil komando demonstrasi. Sepanjang jalan, arak-arakan juga diwarnai dengan lantunan lagu-lagu kliningan. Sementara seniman Tisna Sanjaya, Direktur Walhi Jabar Dadan Ramdan Harja, pendiri Paguyuban Sundawani Robby Maulana Dzulkarnaen dan aktivis lainnya sibuk mengatur jalannya arak-arakan, antara lain dengan menyampaikan orasi sepanjang jalan.

Massa yang turut dalam aksi ini berasal dari berbagai komunitas, antara lain Paguyuban Pasundan, Walhi Jabar, Paguyuban Sundawani, Aliansi Keturunan Sunda Nusantara (Aksan), Padepokan Cipageran, Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Common Room, Bandung Creative City Forum (BCCF), dan belasan komunitas lainnya. Hadir pula sejumlah tokoh seperti sesepuh Siliwangi Solihin G. P., penyanyi Acil Bimbo, politisi Mira Gnagey, seniman Isa Perkasa, seniman Diyanto, penulis Hikmat Gumelar, penulis Mona Sylviana, pemusik Harry Pocang, seniman Aat Soeratin, seniman Asep Berlian, pengacara Dindin S. Maolani, pengacara Memet S. Hakim, politisi Memet Hamdan, politisi Boeky Wikagoe, calon walikota Budi Setiawan, calon walikota Ridwan Kamil, dan masih banyak lagi, termasuk sejumlah tokoh dari kalangan Tionghoa-Indonesia di Bandung. Ikut serta pula sejumlah mahasiswa aktivis kampus dari Bandung dan sekitarnya.

Babakan_Siliwangi_05

Sesepuh Siliwangi Solihin G. P. Ikut bergabung dengan massa setelah mengikuti perayaan ulang tahun ke-67 Kodam Siliwangi di tempat lain. Baik di Babakan Siliwangi maupun di halaman Balai Kota, tokoh berusia 87 tahun itu ikut berbicara di hadapan orang banyak, antara lain dengan melontarkan kecaman terhadap Walikota Dada Rosada yang dinilainya serakah sehingga kepentingan pribadinya sampai mengorbankan kepentingan orang banyak. Solihin juga mengingatkan Dada beserta aparatnya untuk tidak melawan kehendak rakyat.

“Cing atuh, euy. Geus sapuluh taun nyepeng kakawasaan, bet euweuh waregna kukumpul keur pangsiun téh. Na hayang dua puluh taun kitu nyepeng kakawasaan téh, nepi ka ngasong-ngsongkeun pamajikan. Aing éra!” begitu antara lain kecaman Solihin terhadap Dada yang disambut dengan tempik sorak massa di halaman Balai Kota. Kecaman senada juga dia lontarkan dalam orasinya di Babakan Siliwangi menjelang arak-arakan. Solihin bahkan ikut mencabut seng di Babakan Siliwangi didampingi oleh Tisna Sanjaya yang secara simbolis mengawali pembongkaran pagar seng yang mengungkung hutan kota itu.

Babakan_Siliwangi_04

Baik Walikota Dada Rosada maupun Sekretaris Daerah Edi Siswadi, dua pejabat yang terpaut pada kontroversi komersialisasi Babakan Siliwangi, dikabarkan tidak ada di Balai Kota. Keduanya dikabarkan sedang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya Wakil Walikota Ayi Vivananda yang keluar menemui massa di halaman Balai Kota. Atas desakan massa, Ayi ikut menandatangani petisi penolakan komersialisasi Babakan Siliwangi. Dia mengatakan, secara pribadi dirinya selalu mendukung kegiatan pelestarian Babakan Siliwangi. Namun, dia dikritik pula oleh Solihin yang mengingatkan agar sebagai pemimpin Ayi seharusnya menyatakan dukungannya terhadap tuntutan masyarakat secara bulat, tidak setengah-setengah. “Ulah jadi pengkhianat, Ayi!” ujar Solihin.

Sepeninggal Ayi dari antara kerumunan, massa mendesak agar ada anggota DPRD Kota Bandung yang datang menemui mereka. Setelah beberapa saat massa berteriak-teriak, keluarlah Haru Suhandaru, salah seorang anggota DPRD Kota Bandung beserta beberapa pejabat sekretariat DPRD Kota Bandung. Dia juga menyatakan dukungannya atas aspirasi massa dan berjanji bahwa dalam satu atau dua hari mendatang untuk berembuk dengan sesama anggota DPRD Kota Bandung untuk menyarankan pemerintah Kota Bandung agar segera membatalkan surat izin mendirikan bangunan di Babakan Siliwangi kepada PT EGI.

Sementara itu, upaya-upaya untuk melakukan gugatan hukum atas kebijakan pemerintah Kota Bandung yang mengamini kepentingan PT EGI di Babakan Siliwangi terus ditempuh oleh para aktivis. Adapun lukisan-lukisan seng yang diarak dari Babakan Siliwangi itu kemudian diangkut ke galeri Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) di Jalan Naripan untuk dipamerkan sebagai karya seni buat publik.***

Rapat teknis menjelang aksi MEREBUT KEMBALI BABAKAN SILIWANGI tadi siang, Kamis, 16 Mei 2013, berlangsung di Sekretariat Paguyuban Pasundan, Jl. Sumatra 41 Bandung. Rapat dibuka oleh Sekjen Paguyuban Pasundan Dedi Hadian, selanjutnya dipandu oleh Direktur Walhi Jawa Barat Dadan Ramdan Harja I . Hadirin meliputi seniman Tisna Sanjaya, seniman Mas Nanu Muda, saya sendiri, pemuka Paguyuban Sundawani Robby Maulana Dzulkarnaen, penulis Hikmat Gumelar, penulis Mona Sylviana, dan sejumlah orang lainnya. Hasil rapat:

  1. Sehari menjelang aksi, Minggu, 19 Mei 2013, jam 11.00 WIB akan diadakan konferensi pers di Babakan Siliwangi, oleh penggagas aksi untuk menyebarluaskan gagasan seputar latar belakang, tujuan, dan bentuk aksi, serta hal-ihwal lainnya yang berkaitan dengan rencana aksi.
  2. Senin, 20 Mei 2013, dimulai dari jam 08.00 WIB, akan diadakan aksi MEREBUT KEMBALI BABAKAN SILIWANGI. Aksi ini akan berupa arak-arakan dari Babakan Siliwangi menuju Balai Kota Bandung. Sebelum arak-arakan, akan diadakan upacara ruwatan “mipit” di Babakan Siliwangi. Dalam arak-arakan sejumlah lukisan yang dibuat pada lempengan seng yang selama ini menutupi Babakan Siliwangi akan diusung dengan jampana dengan diiringi oleh barisan massa dari berbagai kalangan. Di Balai Kota peserta aksi akan berupaya menemui Walikota Dada Rosada untuk menyampaikan petisi berisi keberatan warga kota terhadap perusakan hutan kota Babakan Siliwangi. Target aksi adalah mendesak Walikota Dada Rosada untuk mencabut kembali izin mendirikan bangunan yang telah diberikan kepada PT EGI.

Saudara sekalian yang akan bergabung dalam aksi ini diharapkan berkumpul di Babakan Siliwangi pada waktu yang telah ditentukan. Rute arak-arakan dan hal-ihwal lainnya akan diberitahukan kepada peserta aksi sebelum aksi dimulai.

Dengan sikap santun dan tindakan nyeni, kita akan berderap untuk menyampaikan suara hati warga kota. Mari, Saudara, kita rebut kembali!

siaga_babakansiliwangi

Pertemuan berbagai kalangan masyarakat (pengacara, aktivis, politisi, seniman, mahasiswa, jawara, dll.) di Paguyuban Pasundan, Jl. Sumatra 41 Bandung, siang tadi, dipandu oleh Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Didi Turmudzi. Hasil pertemuan, sebagaimana yang dirumuskan oleh pengacara Dindin Maolani, antara lain sebagai berikut:

  1. Hadirin sepakat untuk bersama-sama mengadakan gerakan MEREBUT BABAKAN SILIWANGI
  2. Gerakan ini antara lain akan menempuh jalur sosial budaya dan jalur hukum yang berjalan seiring.
  3. Pada hari Senin, tanggal 20 Mei 2013, mulai pukul 9.00 WIB akan berlangsung aksi massa berupa pembongkaran pagar seng yang mengepung Babakan Siliwangi, memperbaiki pagar lama yang mungkin telah rusak, mengarak sekitar 98 lapis seng yang telah digambari oleh seniman ke Balai Kota dan memamerkannya di galeri. Aksi ini akan dikemas dalam bentuk ruwatan dan akan melibatkan sebanyak mungkin kalangan.
  4. Koordinasi menjelang, ketika, dan setelah aksi massa tersebut akan berpusat di sekretariat Paguyuban Pasundan, Jl. Sumatra 41 Bandung.
  5. Petisi penolakan masyarakat atas perusakan Hutan Kota Babakan Siliwangi akan disampaikan kepada pemerintah kota berbarengan dengan pelaksanaan aksi massa tersebut.

Kepada rekan-rekan sekalian, ayo hadir dalam aksi warga untuk merebut kembali Babakan Siliwangi pada hari Senin, 20 Mei 2013, mulai pukul 09.00 WIB di Babakan Siliwangi. Silahkan isi, tandatangani, & sebarkan petisi melalui tautan berikut: http://chn.ge/10XrpPS

141524_baksil

Bandung – PT Esa Gemilang Indah (EGI) akhirnya angkat bicara terkait pembangunan kawasan Babakan Siliwangi (Baksil). Dalam waktu dekat, PT EGI akan membangun restoran di kawasan Baksil, Bandung.

Setelah mendapatkan Izin Mendirikan Bangun (IMB) pada Oktober 2012 lalu, PT EGi rencananya akan meletakkan batu pertamanya sebelum memasuki bulan puasa. Hal itu dikatakan Konsultan Humas PT EGI, Direktur Sentra Suhu Sosial Dadan Hendaya, dalam jumpa pers yang digelar di Babakan Siliwangi, Minggu (12/5/2013).

Perjanjian kerjasama PT EGI dengan Pemerintah Kota Bandung untuk menata kawasan Baksil sejak tahun 2007 menuai protes keras dari warga, tokoh lingkungan dan budayawan. Karena isunya, di kawasan ini akan dibangun mal, kondominium, apartemen dan sejenisnya. Selama kurun waktu tersebut hingga sekarang, PT EGI memang sulit untuk ditemui media.

“Mengapa PT EGI baru melakukan jumpa pers kepada media saat ini, karena selama sebelumnya kami belum memiliki IMB. Kami tidak ingin berpolemik lebih jauh sebelum ada IMB,” terang Dadan.

Sejak memiliki kuasa mendirikan bangunan pada Oktober 2012 lalu, PT EGI baru melakukan persiapan untuk segera membangun restoran.

“PT EGI hanya akan membangun restoran seluas 2.197 meter persegi, tepat di atas lahan restoran yang dulu terbakar,” ujar Dadan.

Menurut Dadan, nantinya restoran tersebut akan di desain berdasarkan bangunan tradisional sunda.

“Dari awal, PT EGI sudh memposisikan diri sebagai pihak swasta yang bekerjasama dengan Pemkot Bandung untuk mengembangkan nilai-nilai tradisional Sunda. Secara teknis, bentuk restoran nantinya berupa modifikasi bangunan tradisional Sunda, yang selalu berbentuk panggung, memiliki teras, dengan tipe badak heuay,” terangnya.

Rencananya, PT EGI akan meletakan batu pertamanya sebelum bulan puasa tahun ini.

“Tahun ini PT EGI akan melakukan pembangunan. Lama pembangunannya sendiri sekitar 8 hingga 1 tahun,” jelasnya.

(avi/try)

Sumber artikel: Detik News (http://bit.ly/104XhXm)

BANDUNG, (PRLM).- Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi akan menggalang dana melalui gerakan koin peduli Hutan Babakan Siliwangi terkait mengemukanya rencana pembangunan restoran dan sarana komersil di kawasan hutan kota tersebut. Diharapkan, gerakan koin itu menjadi kampanye bagi penyelamatan Hutan Babakan Siliwangi.

Demikian kata Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat (Jabar), Dadan Ramdan saat dihubungi “PRLM”, Kamis (31/1/13). Dia menuturkan, pembentukan Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi merupakan hasil diskusi dan pertemuan berbagai komunitas di Sekretariat Walhi jabar untuk menyikapi isu pembangunan sarana komersil di Hutan Babakan Siliwangi. “Kami menolak pembangunan sarana komersil serta segala perizinan pembangunannya harus dibatalkan demi terciptanya 100 persen Hutan Kota Babakan Siliwangi,”ucapnya.

Selain gerakan koin, pertemuan antara komunitas peduli lingkungan ini pun menyepakati untuk membuat surat penolakan terhadap rencana pembangunan di kawasan tersebut. “Untuk memastikan 100 persen hutan kota, kami akan mengirim surat kepada Pemerintah Kota (Pemkot)dan DPRD Kota Bandung,”ujar Dadan. Dia mengatakan, surat itu merupakan bentuk pengaduan warga kepada Pemkot Bandung.

Tak hanya itu, surat pun akan dikirimkan kepada Presiden dan Kementrian Lingkungan Hidup.

Sumber: Pikiran Rakyat

beredar-isu-hutan-babakan-siliwangi-bandung-mau-jadi-mall

Beredar kabar hutan kota dunia Babakan Siliwangi (Baksil) yang berada di Jalan Taman Sari, Bandung beralih fungsi. Bahkan pesan berantai melalui fasilitas BlackBerry Messanger (BBM) menyebut Baksil tersebut akan digunakan untuk dibuat mall.

Pantauan merdeka.com, sejumlah spanduk terbentang di sudut-sudut hutan kota dengan tulisan penolakan dan pengecaman pembangunan.

Ragam tulisan terpampang yang ditampilkan dalam media visual. “Enyahlah Perusak Hutan Babakan Siliwangi”, “Warga Bandung Menolak Pembangunan Mall, Kondominium, Restoran di Hutan Babakan Siliwangi”,

“Rakyat bersatu padu menjaga hutan Siliwangi” dan masih banyak spanduk penolakan tersebut.

Pada 2011 lalu Baksil sempat dideklarasikan sebagai hutan kota dunia. Sebab lahan seluas 3.8 hektar ini adalah area resapan air yang sanggup memasok oksigen untuk 15 ribu orang dalam sehari.

Pada pendeklarasian tahun lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengakui keberadaan hutan di tengah kota tersebut, sebagai satu-satunya hutan yang ada saat ini. Keberadaannya saat ini merupakan oksigen bagi kota Bandung.

Aktivis lingkungan Reggi Munggaran mengatakan, pemasangan spanduk tersebut, bagian dari antisipasi yang berhembus soal rencana pembangunan di Babakan Siliwangi.

“Caranya beragam, tergantung bagaimana itu dipersepsi oleh warga, yang pasti banyak yang mempertanyakan sikap Pemkot Bandung yang terkesan tidak konsisten,” katanya.

Pemkot kata dia pernah menobatkan Baksil sebagai hutan kota dunia, tapi tidak mengubah rencana pembangunan tersebut. Pemkot Bandung seharusnya konsisten dengan tidak memperbolehkan adanya pembangunan dalam bentuk apapun di kawasan Baksil.

Dia mengaku sedih jika kabar tersebut benar. Tidak ada lagi paru-paru kota yang layak di Kota Bandung ini karena ulah para kapitalis. Ironis jika Baksil ini memang beralih fungsi.

Dalam pesan berantai yang diterima merdeka.com, Selasa (28/1) adalah

“Bantu yuk mengkampanyekan “Save Babakan siliwangi” untuk keberlangsungan hutan kota di bandung. Ubah Display Picture (DP) kalian seperti DP yang saya pake untuk mendukung penyelamatan babakan siliwangi yang akan di bangun mall oleh cukong2 licik dan pemerintah picik. Big Respect”

Ditemui terpisah, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda berjanji akan mempertahankan Baksil sebagai taman kota atau Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Pemkot tetap akan pertahankan Baksil. Saya tidak setuju Baksil jadi apartemen. Tetap harus dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau,” tegasnya.

Menurutnya Bandung masih membutuhkan RTH yang cukup banyak. Karenanya agar lahan tak diganggu gugat Pemkot berencana akan menjadikan Baksil sebagai tempat bermain anak.

Ditulis oleh: Andrian Salam Wiyono
Sumber: merdeka.com